Setiap negara memiliki sistem peternakan yang berbeda, sesuai dengan situasiĀ  dan kondisi wilayahnya. Salah satunya adalah Negara Switzerland atau yang biasa dikenal sebagai Swiss. Memotong jerami di lereng Pegunungan Alpen untuk pakan sapi di musim dingin adalah tradisi yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu.

Di masa lalu, para petani menggarap lahan hanya menggunakan sabit dan alat penggaruk tanah untuk memangkas jerami yang akan dimasukkan ke dalam ruangan sebagai pakan ternak selama musim dingin. Namun, berkat teknologi, alat-alat ini berubah menjadi mesin-mesin canggih yang mempermudah pekerjaan para petani dan peternak di sana.

Sekitar 29% peternakan di Swiss dilakukan di daerah pegunungan, membuat kegiatan beternak di sana memiliki tantangan tersendiri yang unik. Bukan hanya tantangan dalam memotong jerami di lereng gunung, tetapi juga tantangan besar dalam membawa susu-susu ke dataran rendah.

Maka salah satu jalan keluar yang bisa dilakukan adalah dengan memproduksi keju. Membuat keju adalah salah satu cara mengkonsumsi semua susu harian yang diproduksi di pertanian Alpen, orang Swiss mengonsumsi 20 hingga 25 kilogram (kg) keju per tahun. Hal ini merupakan kabar baik bagi para peternak sapi perah di Negara Swiss yang beternak setiap hari untuk bertahan hidup.

Dilansir dari farmtrader.co.nz, menurut penghitungan terakhir, terdapat 51.600 peternakan di Swiss dan 22.000 di antaranya adalah peternakan sapi perah.

Negara Swiss mampu memproduksi keju hingga 185.000 ton per tahun dan membaginya menjadi 450 varian, kemudian mereka mengimpor 58.000 ton lagi untuk memuaskan keinginan 8,5 juta orang yang suka mengonsumsi keju.

Selain menerima hasil dari penjualan susu dan keju, para peternak juga mendapatkan subsidi tambahan dari pemerintah sebesar 18 sen per liter susu. Seorang peternak sapi perah menerima 330 franc per sapi, apabila mereka menggembalakan sapinya selama lebih dari 100 hari di musim panas dan para petani di Pegunungan Alpen menerima subsidi sebesar 400 franc per sapi karena bertani di medan yang sulit.

Saat periode penggembalaan musim panas di Pegunungan Alpen telah berakhir, para peternak akan membawa sapi-sapinya turun ke dataran rendah untuk musim dingin dimana sapi-sapi itu akan dipelihara di dalam kandang. Tradisi turunnya sapi-sapi ini dari pegunungan biasa dikenal dengan Alpabfahrt atau Swiss Cows Parade.

Para peternak Swiss memiliki dua lahan untuk peternakan mereka, beberapa hektar di Pegunungan Alpen dan beberapa hektar lagi di dataran rendah yang biasanya digunakan sebagai lahan produksi jerami dan silase untuk pakan ternak selama musim dingin.

Dalam hal teknologi, mereka menggunakan mesin pemotong rumput untuk memudahkan pekerjaan para petani dan peternak di gunung. Mereka menggunakan mesin pemotong rumput berupa truk besar semacam traktor dengan banyak baling-baling pisau sehingga memotong rumput bukan lagi menjadi kegiatan yang sulit untuk dilakukan.

Bukan hanya itu, peternakan Swiss juga memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memerah susu sapi mereka. Dalam memerah susu sapi, para peternak Swiss menggunakan mesin pemerah susu otomatis yang sekaligus menampung dan menghitung jumlah susu yang dihasilkan. Hal ini tentu saja membantu pekerjaan peternak agar lebih efisien.

Masih banyak lagi teknologi yang mereka gunakan dalam dunia peternakan seperti truk pengangkut jerami dan kendaraan untuk memberikan pakan kepada ternak. Mereka benar-benar memanfaatkan teknologi dalam efisiensi kerja.

Dengan begitu, para peternak bisa memfokuskan dirinya kepada kualitas manajemen pemeliharaan dan peternakan yang mereka kelola, sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih maksimal baik dalam hal kuantitas maupun kualitas.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bakalan Sapi, silakan klik disini (…)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.