Update
Todays Date
18 January 2018

Industri Peternakan Sapi Potong di Persimpangan Jalan

Industri Peternakan sapi potong  selama tiga tahun terahir ini mengalami tantangan yang cukup berat, PATAKA (Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi) telah melakukan penelitihan di lima Provinsi yaitu: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, Banten dan Lampung.  berikut hasilnya yang disampaikan oleh  Yeka Handra Fatika di Jakarta Selasa (19/09/17)

Pertama, Merujuk Data Perdagangan Luar Negeri Impor oleh BPS, sejak September 2016 – Februari 2017, Pemerintah Indonesia telah mengimpor daging kerbau beku asal India sebanyak 58 ribu ton, dengan nilai sekitar 2,7 triliun rupiah. Kebijakan importasi ini diambil pemerintah sebagai respon terhadap mahalnya daging sapi dan keinginan Presiden agar harga daging sapi bisa murah sehingga terjangkau oleh konsumen Indonesia. Oleh karena itu Peternakan sapi potong seluruh Indonesia harus mengikuti kebijakan ini.

Dalam prakteknya kebijakan ini berdampak terhadap pertama, munculnya praktek dagang yang tidak berkeadilan. Penjualan daging kerbau di pasar tradisional dilakukan dengan cara mencampur daging kerbau dengan daging sapi. Merujuk pada data Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), semua pasar di Jabodetabek telah melakukan praktek penjualan daging oplosan.

Peternakan Sapi Potong

Kedua, terjadinya penurunan volume pemotongan sapi di TPH/RPH. Selama periode Januari–Mei 2017, telah terjadi penurunan volume pemotongan di TPH/RPH sekitar Jabodetabek sebesar 47 persen. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017, peningkatan volume pemotongan sapi hanya 51 persen dari peningkatan volume pemotongan sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri pada Tahun 2016.

Ketiga, menurunnya skala usaha industri feedloter hingga 50 persen yang berpotensi hilangnya nilai tambah bisnis sapi di Tahun 2017 sebesar Rp 26,85 triliun. Sehingga akan merugikan industri peternakan sapi potong.  

Keempat , serta hilangnya potensi pendapatan peternak sapi potong skala kecil. Menurut perhitungan Research Analyst Credit Lyonnais Securities Asia, nilai produk domestik bruto di Tahun 2017 yang terambil oleh akitiftas bisnis daging kerbau beku sekitar 4,4 Triliun. Nilai kerugian yang dialami peternak rakyat akan lebih besar lagi jika ditambahkan dengan kerugian dari sudut pandang sosial budaya.

Industri Peternakan Sapi di Rumah Pemotongan Hewan Tapos

Sapi Bali Antri siap Potong di Rumah Pemotongan Hewan

Kelima, pasar idul fitri dan idul adha yang merupakan pasar utama bagi peternak rakyat saat ini mulai dimasuki sapi BX asal feddloter. Hal ini sebagai konsekuensi dari tekanan bisnis yang dihadapi industri peternakan sapi potong berskala besar.

Disisi lain, meskipun perlu dikaji hubungannya, seiring dengan penerapan kebijakan importasi daging kerbau India, ekspor CPO Indonesia ke India mengalami peningkatan sekitar 60% dan menempatkan India sebagai negara tujuan ekspor ke tiga bagi Indonesia setelah Eropa dan Jepang. Pada periode Januari- April 2016 ekspor CPO ke India sebanyak 1,7 juta ton dengan nilai sekitar 12,7 triliun rupiah. Kinerja ekspor ini kemudian mengingkat, pada periode Januari – April 2017 ekspor CPO ke India sebanyak 2,3 juta ton dengan nilai sekitar 21,2 triliun rupiah.

Malaysia juga merupakan negara ekportir CPO ke India, dan Impor Daging kerbau India, masuk ke Malaysia sejak Tahun 1981. Dan saat ini, industri feedoleter-nya sudah tidak ada lagi, serta peternakan sapi rakyat pun menurun drastis, hanya terdapat di lahan lahan sawit dengan jumlah yang sangat terbatas. Apakah hal yang sama terjadi di Malaysia saat ini, akan terjadi di Indonesia di masa yang akan datang?

Renungan bagi kita, masa depan Industri peternakan rakyat pada akhirnya berada di tangan para peternak rakyat itu sendiri. Konsolidasi kekuatan peternak rakyat dalam berinovasi dan menata supply chain untuk membangun industri rakyat yang efisien mutlak dilakukan, sehingga mendukung berkembangnya industri peternakan sapi potong.

 

No Comment

Leave a Reply

*

*

POPULAR POSTS

Pelatihan Angkatan 29

Promo Sapi Qurban 1 Ton

Promo Bibit

Promo Bibit Sapi]

Real Time Web Analytics